Cara Agar Rajin Membaca


Cara Agar Rajin Membaca,- Beberapa orang sangat kesulitan untuk membuka sebuah buku lalu menelusurinya secara perlahan dan seksama, termasuk saya. Semasa aliyah dulu, saya sangat malas untuk membaca buku apalagi membaca pelajaran. Tapi sekarang, berkat dorongan dari dalam diri sendiri karena tidak ingin tertinggal oleh orang lain, semangat membaca bisa saya nikmati.

Cara Agar Rajin Membaca


Ketika saya berkunjung ke tempat perbelanjaan pun yang saya cari justru letak toko buku dan menghabiskan waktu berjam-jam untuk membaca sebuah buku yang menurut saya itu adalah buku yang sangat menarik.

Dari cerita di atas kita dapat mencerna bahwa memang semangat untuk rajin membaca itu sangat sulit. Karena sering kali kita selalu tersibukan dengan kemalasan dan kelalaian. Tapi tenang, kita jangan khawatir. Saya akan bagikan tips agar kita semangat membaca.

Untuk yang pertama cobalah menarik diri dari kemalasan.

Cara Agar Rajin Membaca

Zona nyaman memang merupakan tempat yang sangat ideal  untuk bermalas-malas. seringkali tubuh kita ibarat besi dan zona itu adalah magnetnya yang dapat menarik kita untuk masuk kedalamnya. Jika datang rasa malas ketika ingin membaca, coba lawan rasa malas itu dengan terus membaca. Meskipun sehari hanya sempat membaca sehalaman, tapi jika kita melakukannya secara konsisten, maka hal itu akan menjadi kebiasaan kita. Dan tanpa sadar, kita jadi ingin lebih meningkatkan bacaan kita, yang tadinya satu halaman/hari menjadi dua bahkan lebih  per harinya.

Ketika rantai kemalasan  terus membelenggu kita, teruslah kita menarik diri hingga memutuskan rantai-rantai kemalasan itu. Jangan pernah menyerah untuk terus berusaha dan berusaha.

Yang kedua  meluangkan waktu.

Cara Agar Rajin Membaca

Tuhan memberi jatah waktu yang sama  kepada seluruh manusia, 24 jam. Tapi kenapa antara si A dan si B memliki pengetahuan yang berbeda, si B lebih pintar (misalnya). Hal ini dikarenakan seberapa sering seseorang meluangkan waktunya untuk membaca dan belajar. Semakin seseorang banyak meluangkan waktu untuk membaca, semakin banyak pengetahuan yang ia dapat.

Sebut saja Prof. Dr. Ahmad Tafsir, seorang dosen S3 Universitas Islam Negri Bandung. Di tengah kesibukan mengajar dan rutinitasnya, beliau selalu meluangkan waktu 3-4 jam untuk membaca. Beliau mempunyai kamar khusus yang  laksana perpustakaan. Nah disanalah beliau meluangkan waktunya untuk membaca. Tidak ada siapapun yang menganggunya, bahkan ketika keluarga atau salah satu mahasiswa ingin menemui beliau, beliau tidak ingin keluar sebelum waktu membacanya habis.

Berkat meluangkan waktunya tersebut, beliau telah mampu menuangkan berbagai buah pikirannya  hingga dikaji dan menjadi referensi di berbagai universitas yang ada di Indonesia.

Kita harus ingat “Pada awalnya kitalah yang menciptakan kebiasaan, tapi selanjutnya kitalah yang dipimpin oleh kebiasaan itu.” Jika hari-hari kita selalu di isi oleh hal-hal baik, maka kita akan dipimpin oleh kebiasaan baik tersebut, begitu juga sebaliknya.

Kita coba lirik wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, ayat pertamanya diawali dengan lafadz “IQRO” (bacalah !). Jika kita amati hurufnya terdiri dari hamzah, qof dan Ro.  Lalu, coba kita utak-atik susunan huruf tersebut sampai memiliki arti.

Kita coba awali dengan susunan hamzah, qof, dan ro. Maka lafadz yang dapat kita baca adalah AQORRO yang bermakna “mantap atau tenang”. Atau coba kita ubah posisi qof dan Ro, maka kita akan mendapatkan lafadz ARIQO  yang bermakna “Gelisah atau sulit tidur.”

Dari pengutak-ngatikan kata tersebut mengisyaratkan bahwa jika kita membaca, maka kita akan tenang, tidak mudah galau, dan tidak gampang baperan. Dan jika kita tidak membaca maka kita akan gelisah, dan jika kita gelisah maka kita akan sulit tidur.

“Seberapa sering orang membaca akan menentukan tinggi rendahnya tingkat keBAPER-an dalam hidupnya. Semakin banyak membaca, maka tingkat kebaperannya akan semakin rendah. Mengapa ? Karena orang yang rajin membaca telah terbiasa berinteraksi dengan berbagai pemikiran dan sudut pandang yang berbeda. Sehingga ia lebih sabar, lebih bijak dan tidak tergesa-gesa.
Jadi pada intinya gelisah itu bukan kurang piknik, tapi kurang baca.. hehe.”
Umat Iqro’,-

Baca Juga: 
Buah Pikiran El-Faqru ---> Klik Disini!

0 Comments

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.