7 Bekal Menjadi Penulis Handal

7 Bekal Menjadi Penulis Handal,- Setiap orang pasti ingin menjadi yang terdepan pada suatu bidang yang sedang digelutinya, begitu juga dengan seorang penulis. Menjadi seorang yang mahir dalam dunia literasi adalah dambaan setiap penulis. Namun sering kali rasa tidak percaya diri selalu memberatkan diri. 



Nah, kali ini saya akan membahas tentang bekal seorang penulis untuk membangunan karakter dan mental yang harus dimilikinya. 


1. Membangun mimpi


Asy-Syahid Imam Hasan Al-banna mengatakan, "Kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin, dan mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari". Orang yang memiliki mimpi menandakan beberapa hal berikut ini:
- Pertama, sebagai tanda bahwa yang bersangkutan optimis memandang masa depan 
- Kedua, sebagai motivasi diri
- Ketiga, mendidik diri agar lebih disiplin 
Mari lihat contoh orang sukses yang didorong oleh mimpi... 
Karna mimpi, Milton menjadi penulis hebat, padahal ia seorang yang buta. Ya, karna cita-cita lah mereka menjadi manusia besar. 
Seperti kata Nindji dalam lagu laskar pelangi:
"Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia berlari lah tanpa lelah sampai engkau meraihnya". Karena mimpi merupakan energi yang bisa menggerakkan jiwa dan menyulut semangat. 

2. Optimis 


Orang yang optimis pikirannya positif dan penuh gairah semangat. Sementara orang yang pesimis selalu berfikiran yang negatif dan tanpa semangat. 
Alloh berfirman dalam surat ar-Ra'd ayat 11, "Sesungguhnya allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri".(Q.s. ar-Ra'd{13}:11). dan pada ayat itu Tuhan menyuruh kita untuk tetap optimis. mengubah kata yang tadinya Can't menjadi Can, menghapus kata yang tadinya Impossible menjadi Possible.

3. Kuatan Tekad


Kekuatan tekad berkaitan dengan kesehatan jiwa. Bila jiwanya sehat, maka tekadpun tumbuh kuat. Disinilah pentingnya mengelola jiwa agar tahan banting dan memiliki tekad baja. Kekuatan tekad inilah bakal untuk meraih sukses. 
Kekuatan tekad yang dibina dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan buah yang manis rasanya. 

Kali ini kita akan belajar dari Helen Killer. 
Ia adalah seorang wanita yang hidup dan tumbuh dewasa dalam keadaan bisu, buta, dan tuli. 

Helen tak pernah patah arang dan lantas menyerah pada keadaan. Justru keadaan seperti ini dijadikan nya sebagai batu pijakan untuk loncat lebih tinggi. Helen belajar mengunakan perabaan dan menempelkan nya dimulut. Berkat kegigihan nya, Helen menjadi seorang yang disegani dan dikagumi banyak orang. Ia menjadi orang yang berhasil, bahkan berhasil meraih gelar doktor. Subhanallah... Kalau lah Helen Killer yang bisu, buta, dan tuli bisa sukses dan bisa meraih gelar doktor, Lantas bagaimana dengan kita yang normal dan sempurna secara fisik? Seharusnya nya lebih hebat lagi.  Dengan tekadlah seorang penulis bisa bergerak dan menggulirkan jari jemarinya untuk menuangkan kebenaran. Dengan tekadlah ia bisa mengukir kata-kata penuh makna.

4. Motivasi Dosis Tinggi 


Banyak orang sukses karena motivasi. Dengan motivasi manusia dapat berkreasi dan menghasilkan karya. 
Sungguh luar biasa! Imam Abu Hatim telah mengajari kita arti motivasi yang sesungguhnya. Bahwasannya dalam keadaan sulit dan tak ada sarana yang menunjang, beliau masih semangat untuk belajar. Tak ada lampu yang menerangi, beliau menghampiri tukang ronda. Nebeng lampu biar tetap bisa belajar. 
Mengapa Imam Abu Hatim berbuat demikian ? Karna beliau memiliki motivasi yang tinggi dan kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan. 

5.Pantang Menyerah. 


Tegar menghadapi dan gelombang yang menghadang. Setiap kejadian disikapi dengan bijak dan lapang dada. Sikap mental ini diperlukan bagi anda yang ingin jadi penulis handal. Pantang menyerah dan keluh kesah akan menumbuhkan jiwa yang sehat dan prima. Karena disana ada terapan kedewasaan untuk mengerti arti hidup sesungguhnya. 

6. Berusaha dan Terus Berusaha


Ketika ingin jadi penulis, harus belajar dan terus berusaha. Jangan berhenti. Jangan ingin tokcer sekaligus, karena buku merupakan kumpulan dari kalimat, sementara kalimat kumpulan dari kata-kata, dan kata-kata merupakan kumpulan dari huruf demi huruf. Hal ini mengajarkan tentang arti sebuah kesabaran, tentang proses belajar. 
Alloh Swt berfirman : "Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju tuhanmu, maka pasti kamu akan menemuinya". (Q.s al-Isyiqaaq {84}: 6).
Tapi jangan salah, buah penderitaan adalah pengalaman sebagai mana kata Filsuf Yunani Kuno, Aeschylus, "The reward suffering experience. From experience we can learning almost everything". Buah dari penderitaan adalah pengalaman, dari pengalaman kita dapat belajar banyak hal".

7. Dan Terus Membaca 


Orang yang membaca 1 buku, ia merasa sudah pandai dan berilmu. Sedang kan orang yang telah membaca 1000 buku, ia merasa paling bodoh dan penuh kekurangan. Karena banyak sekali ilmu atau sesuatu yang belum diketahui".

Kita simak contoh berikut: 
Imam az-Zuhri memiliki kebiasaan mengisi waktunya dengan membaca, kecintaan pada ilmu dilakukan nya dengan senantiasa membaca buku. Konon katanya, karna saking seringnya membaca buku sampai-sampai sang istri pun cemburu, "Buku-buku itu lebih berat bagiku dari pada keadaan seorang madu (Istri kedua, ketiga atau keempat).

Sekian dan terimakasih semoga apa yang saya sampai kan bisa bermanfaat bagi kita semua Amiin Allahuma Amiin.. 
Salam Literasi.