Cerpen Antara Ilmu dan CInta #7

Antara Ilmu dan CInta,-  Bagian Ketujuh (Terakhir) 


Cerpen Antara Ilmu dan CInta #7

Kesabaran Berbuah Pahala

Keesokkan harinya gadis itu memberikan sepucuk suratnya kepada sahabatnya untuk di berikan kepada sang pemuda, di sertai dengan alamat rumahnya. Akhirnya setelah pemuda itu membaca setiap guratan tinta yang ia tulis terhadapnya, ia pun tak kuasa untuk mengungkapkan rasa bahagianya, bahwa sesungguhnya gadis itupun bersedia untuk di pinangnya.

Ketika ia telah di wisuda dengan di dampingi kedua orangtua tercinta, pemuda itupun mengutarakan niat sucinya kepada mereka untuk meminang gadis pujaannya yang telah meluluhkan hatinya selama bertahun-tahun. Ayahnya hanya berpesan :

“Nak, segala keputusan ada padamu kami hanyalah menginginkan yang terbaik buatmu. Jika ia baik bagimu, agamamu serta dunia dan akhiratmu, kami hanya bisa mendoakan”

“in syaa Allah ia adalah seorang gadis yang baik, seorang bidadari bumi yang terjaga” lirihnya

Beserta keluarga tercinta ia memberanikan diri untuk pergi ke sebuah alamat yang di berikan gadis itu, alamat kedua orang tuanya.

Setelah sampai ke rumah yang di tuju, ia berserta kedua orangtuanya telah di sambut hangat oleh kedua orangtua gadis itu. Mereka mengetahui bahwa pemuda itu akan datang kerumah bersama kedua orangtuanya untuk memimang anak gadisnya. Di balik jendela kaca, dalam naungan senja yang terhiasi lembayung merah, tak terasa air mata haru menyelimuti hati gadis itu, air mata tak tertahankanpun mengalir dengan lembut melewati rona wajahnya yang memerah. Betapa tak kuasanya ia meluahkan rasa bahagianya ketika melihat pemuda itu bertandang untuk menjemputnya.

Setelah melakukan ta’aruf, hari yang di nanti itupun tiba. Hari dimana ikatan suci itu akan terlaksana, hari dimana ketika sebuah penantian panjang telah berakhir...
Ia pun menikah bersama gadis yang selama ini ia harapkan, penantian panjang yang penuh dengan kesabaran akhirnya berbuah pahala. Tak sia-sia selama ini ia menjaga dirinya dari tergelincir dari perbuatan yang haram. Ia sampai kerinduan terhadapnya pada Allah setiap malam, ia titipkan penjagaan terhadapnya kepada Allah setiap saat, ia hantarkan doa-doa yang penuh dengan air mata ketulusan untuknya pada Allah.

Dan kini Allah telah mengizinkannya untuk memetik buah dari kesabarannya selama ini. Sungguh, Allah tidak akan menyia-nyiakan seorang hambapun yang menyerahkan dirinya kepadaNya...

Alangkah bahagianya insan yang telah menemukan cinta sejatinya, ibarat benang dan tasbih yang terajut dalam satu untaian, yang selalu di gerakkan oleh jari mulya yang bibirnya senantiasa basah dalam dzikir kepada Illahi

...... SEKIAN .....


BARAAKALLAH LANA

Semoga kita dapat mengambil manfaat dari sebuah coretan kisah sederhana ini. Setiap ilmu adalah titipan dariNya, maka berusahalah untuk selalu mengembalikan titipan itu sesuai jalanNya.



Penulis

0 Comments

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.