MENJADI PENULIS KREATIF - Apa yang bisa kita tulis ?,- Pada
sebuah ruang perkuliahan, para mahasiswa duduk dengan tenang, tak berapa lama
terdengar suara denyit pintu; sang dosen memasuki kelas. Seorang dosen yang
baru saja masuk ke ruang kulaih menggeser, memindahkan, dan memutar-mutar kursi
tempat duduknya. Ia menatap ke arah seluruh mahasiswa, “Tuliskan apa yang anda
pikirkan tentang kursi ini !” Perintahnya yang terdengar hingga ke ujung kelas.
Lima belas menit kemudian sang dosen kembali bertanya “Siapa yang menulis tentang tentang deskripsi kursi ini ?” Semua mengangkat tangan, kecuali tangan lima mahasiswa. Ternyata kelima mahasiswa itu menuliskan kursi sebagai lambang kekuasaan, lambang kehidupan, lambang amal kebaikan, lambang persahabatan, dan lambang kesehatan. Kelima mahasiswa itu berhasil memaknai kursi sebagai metafora dalam kehidupan. imajinasi mereka berkembang dengan baik. Itulah yang paling penting dalam sebuah tulisan. Tulisan adalah dunia sendiri; antara kenyataan dan imajinasi.
Ide
itu seperti udara yang kita hirup setiap hari. Selalu ada dan kapanpun
tersedia. Tinggal kepekaan kita dalam menangkap ide dan mengalirkannya ke dalam
hati agar bermakna dan menyalurkannya melalui tangan ke dalam tulisan. Ide itu
bertebaran dimana-mana. Sesuatu yang patut kita syukuri. Maka, kita pun harus
menulis tentang apa pun yang ada di kehidupan
ini.
Kita
bisa menulis tentang cinta; cinta kepada Sang Pencipta, cinta kepada orangtua,
cinta kepada sesama, dan cinta kepada makhluk Tuhan lainnya. Ataupun menulis
apapun yang ada di dalam benak kita. Dari semua itu, hal yang paling mendasar
bagi penulis pemula adalah mencoba untuk menulis pengalaman pribadi sendiri.
Karena itu merupakan tahap awal yang bisa kita lakukan. Kitalah pelakunya, kitalah
tokoh utama dalam tulisan kita, kitalah yang mengalaminya, kitalah yang tahu
persoalan yang kita hadapi, kitalah yang tahu suka dan dukanya, kitalah yang
tahu bagaimana kisah itu berawal dan berakhir. Dan kita juga yang tahu makna
dari pelajaran hidup yang dapat kita petik dari masalah yang kita hadapi.
Dengan demikian, ketika kita berhasil menuangkannya ke dalam tulisan, ia akan menjadi kisah yang hidup dan inspiratif. Salahsatunya adalah Novel Laskar Pelangi yang awalnya hanya merupakan catatan-catatan pribadi sang penulis. Kemudian dibubuhi narasi, ditambahkan sedikit kisah dan tokoh fiktif Hingga akhirnya menjadi sebuah novel bestseller dan ditayangkan kedalam film layar lebar.
Dengan demikian, ketika kita berhasil menuangkannya ke dalam tulisan, ia akan menjadi kisah yang hidup dan inspiratif. Salahsatunya adalah Novel Laskar Pelangi yang awalnya hanya merupakan catatan-catatan pribadi sang penulis. Kemudian dibubuhi narasi, ditambahkan sedikit kisah dan tokoh fiktif Hingga akhirnya menjadi sebuah novel bestseller dan ditayangkan kedalam film layar lebar.
“Jika
kita tidak mau menulis kisah kita sendiri, maka jangan marah ketika suatu saat
ada orang lain yang menulisnya sebagai suatu karyanya.” Elfaqru.

0 Comments
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.