Cerpen Antara Ilmu dan Cinta #5

Antara Ilmu dan CInta,- Bagian kelima



Istikharah Seorang Muslimah Terjaga


Tak terasa butiran bening air mata mengalir membasahi pipinya, untaian huruf itu bagaikan mata air yang menyejukkan hatinya. Kini hatinyapun seakan-akan mendapat cahaya cinta dariNya bahwa pemuda itulah yang pantas untuk di jadikan sebagai imam baginya, yang dapat membimbingnya menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Ia tak menyangka bahwa di zaman ini masih ada pemuda seperti itu, yang rela meninggalkan cinta nafsu hanya untuk meraih cinta suci, yang tak pernah mengumbarkan cintanya kepada seseorang yang tidak halal untuknya ...

Dulu ia hanya mengetahui bahwa sang pemuda hanyalah pemuda sederhana, yang hari-harinya hanya di habiskan untuk menyendiri dan tak pernah terfikirkan bahwasanya pemuda itu mempunyai harapan yang sangat besar tehadap dirinya.

Namun ternyata kesendiriannya itu merupakan usahanya untuk memperbaiki diri dan menjaga hatinya agar tak tersentuh dari sebuah kefanaan cinta, agar dirinya tetap terjaga dan hanya akan ia persembahkan kepada seseorang yang telah halal baginya.

Disisi lain, gadis itupun berbicara kehadapan kedua orangtuanya, meminta restu dan pendapat terhadap surat yang di lontarkan oleh sang pemuda. Dengan nada bersimpuh malu dan wajah yang tertunduk, ia berkata kepada ayahnya.

“abi, hari ini dinda (panggilan kesayangan) mendapatkan sepucuk surat dari seorang ikhwan sekampus, ia menyatakan niat sucinya untuk menjadikan dinda sebagai pendamping hidupnya kelak. Dinda hanya meminta restu dan pendapat abi terhadap dirinya. Apakah dinda harus menolaknya atau menerima lamarannya ?. ia pun menyuruh dinda untuk shalat istikharah sebelum menjawab surat darinya”

“ Dinda anakku, ketika engkau di hadapkan oleh dua pilihan akan terasa sulit bagimu untuk menentukan pilihan manakah yang baik bagimu dan agamamu. Apalagi jika pilihan itu menyangkut tentang sebuah pernikahan. Dinda, pernikahan adalah sebuah ikatan suci yang di saksikan oleh para malaikat dan di doakan pula oleh mereka agar tali ikatan itu tetap utuh. Jika sebuah ikatan pernikah terputus ( cerai ) maka arsy akan berguncang sangat dahsyat, sehingga menyebabkan para malaikat penyangganya akan sangat terbebani.

Dinda, abi tidak bisa menentukan kepada siapakah engkau harus melabuhkan hatimu. Pesan abi, pilihlah pendamping hidup yang dapat membimbingmu dan anak-anakmu kelak, seorang pemuda yang bukan hanya memiliki keilmuan yang luas tapi juga keimanan dan akhlaq yang mulya. Karna dengan begitu rumah tangga yang akan engkau bina bersamanya akan senantiasa di rindukan surga dan para penghuninya.

Dengan siapapun engkau membina rumah tangga, abi dan umi akan selalu merestuinya selama ia baik bagimu dan agamamu. Jika ia menyuruhmu untuk melakukan shalat istikharah sebelum memutuskan jawabannya, lakukanlah nak...!!!!
Jika hatimu lebih condong terhadap pemuda itu, terimalah lamarannya. Tapi jika tidak, tolaknya dengan halus agar tak menyakiti hatinya”

Setelah mendapat untaian nasehat dari ayahnya dan seiring bergantinya siang dan malam istikharah cintapun ia lakukan di atas sajadah cinta yang berbalutkan ketawakkalan dalam setiap lirih munajatnya

Yaa Allah,,,
Atas kehendak rasa, hati ini telah terpilih untuk seorang insan yang mencintaiku dalam diam..
Seseorang yang tak pernah ku kenal sebelumnya, seorang pria sederhana...
Seorang pria yang memiliki harapan besar terhadapku...

Jika dia adalah pilihanMu,,,,
Kirimkanlah dia untukku
Dia yang mencintaiku karenaMu
Dia yang merindukanku karenaMu
Dia yang hatinya selalu terpaut kepadaMu
Dan dia yang senantiasa melabuhkan
Seluruh hidupnya hanya kepadaMu

Agar semakin bertambah kecintaanku padaMu
Agar semakin terbenam rindu ini untukMu
Agar semakin mengakar keimanan ini padaMu
Agar semakin kokoh keyakinan ini kepadaMu,,,

Yaa Rahman...
Tuntunlah dia atas restuMu
Yang raganya mengukir taqwa padaMU
Yang akan membawa cintaku meraih ridhaMu...

Yaa Rahiim....
Jika dia yang akan menemaniku dunia dan akhirat
Yang akan menjadi penyempurna bagi agamaku
Berikanlah hamba petunjuk untuk menerimanya...

Bersambung…

0 Comments

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.