Cerpen Antara Ilmu dan CInta #3

Antara Ilmu dan CInta,- Bagian ketiga

Cerpen Antara Ilmu dan CInta #3

Rindu yang Menyesakkan Qalbu

Setelah mendengarkan mutiara nasehat dari sang ayah, ia pun tetap berusaha untuk mengubur dalam-dalam rasa rindu yang menyesakkan itu di dalam hatinya. Dengan bimbingan dari sang ayah, ia melakukan shalat istikharat di tengah dinginnya malam, meminta jawaban dari dzat pemilik cinta agar cintanya tak ternodai oleh nafsu. Beberapa hari ia melakukan shalat istikharah dan akhirnya Allah memberi jawaban atas pintanya.

Isyarat cinta yang tersembunyi dalam setiap lantunan doa dan munajatnya, bahwa Allah menghendakinya untuk tetap bersabar atas cinta dalam diamnya. Hatinya seakan-akan menjerit keras...

Yaa Rabb,,,
Kenapa rasa ini begitu menyiksa, adakah penawar tuk tenangkan hati ini. ?
Jika benar cinta ini karena-Mu, maka akan ku biarkan cinta ini mengalir mengikuti aliran cinta-Mu...
Tapi jika cinta ini hanya karena nafsu, maka akan ku tinggalkan semua ini secara baik, agar tidak ada yang tersakiti....”

Kini setiap detik yang berlalu penuh dengan kehampaan, angan dan harapannya sudah terbang terlalu jauh, membayangkan setiap awan yang lewat menggambarkan raut wajah wanita itu, setiap kicauan burung di pagi hari mendendangkan namanya dan setiap hujan yang turun membawa pesan darinya.

Seandainya air mata dapat menenangkan rintihan hati, ia rela menangis tanpa henti. Seandainya air hujan dapat redamkan rindu, ia rela bernaung di bawahnya. Akan tetapi harapan berbeda dengan kenyataan, iaterus menangis di bawah hujan agar tidak ada seorangpun yang tau jika ia sedang menangis.

Ia biarkan air matanya terbawa derasnya hujan, ia biarkan tubuhnya tertimpa guyuran hujan. Hatinya rapuh, jiwanya hampa dan tubuhnyapun lemah. Ketika ia berpapasan dengan gadis itu, hatinyapun seakan-akan berguncang hebat.

“aku ingin sekali menatapmu tapi engkau belum halal bagiku...
Aku ingin sekali menyapamu tapi aku takut jika syetan akan menguasai hati ini..
Cukuplah ku simpan rasa ini untukmu, cukuplah ku semikan rindu ini di hadapan Rabbku.
Selama kita belum halal, selama itu pula aku akan menjaga jarak darimu” lirih hatinya.

Aku mencintaimu dalam diamku bukan karna aku membenci hadirmu, tapi aku selalu berusaha untuk memulyakan dan menjaga kesucian dirimu

Kehadiranku mungkin akan menambah ujian bagimu, menggoyahkan keimananmu, dan membuat kelalaian hatimu. Biarlah untuk saat ini kita saling berjauh, tak perlu banyak berkomunikasi, cukup seuntai doa sebagai alat komunikasi diantara kita,,,,

Biarlah aku mencintaimu dalam diam, dari kejauhan berbalut kesederhanaan. Tidak ada yang tau apa rencana Tuhan mungkin saja semua ini adalah ujian yang akan membeku secara perlahan

Biarlah..... biarlah Dia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya, mengalunkan ayat-ayat cintaNya bersatu dan bersama dalam bumi cinta yang penuh dengan keridhaan-Nya”




Bersambung...


Klik ---> Bagian Keempat

0 Comments

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.